Dakwaan Jaksa Soal Nama Setnov di Kasus E-KTP Dipertanyakan

Anda sedang berada di Berita Dakwaan Jaksa Soal Nama Setnov di Kasus E-KTP Dipertanyakan, share jika artike ini bermanfaat untuk anda.

Pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong dihadirkan dalam persidangan kasus korupsi e-KTP dengan terdakwa mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Irman dan Sugiharto, Senin 29 Mei 2017.

Dalam kesaksiannya, Andi menyatakan, pernah bertemu Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) namun tidak membahas proyek e-KTP. Andi mengaku pertemuannya dengan Novanto membahas pengadaan atribut kampanye. Andi juga membantah pernah bertemu Novanto di Hotel Grand Melia sebagaimana termaktub di BAP terdakwa Irman.

Mengomentari jalannya persidangan, pengamat hukum tata negara Margarito Kamis mengatakan, keterangan Andi Narogong menimbulkan pertanyaan tentang surat dakwaan yang disusun KPK.

“Dari mana Jaksa mendapatkan fakta bahwa pertemuan itu menjadi dasar Novanto melakukan kejahatan atau bersama-sama melakukan kejahatan, dari mana fakta itu,”

“Sementara fakta yang terungkap di dalam persidangan tidak seperti itu, tidak mungkin secara rasional ditunjuk sebagai dasar untuk mengkoefisir sebagai pelaku atau sama-sama melakukan. Bagi saya tidak berdasar tuduhan jaksa itu, tanpa dasar,” imbuhnya.

Jika tudingan jaksa KPK tidak berdasar, kata Margarito, maka ada upaya membunuh karakter Novanto melalui kasus e-KTP.

“Kalau ada yang menilai seperti itu, saya kira itu penilaian yang sah sekali menuduh orang tanpa dasar kan sama saja memfitnah orang itu, itu pembunuhan karakter, merusak citra orang, merusak harga diri orang,” tuturnya.

Sebelumnya, salah satu saksi dalam kasus e-KTP, Paulus Tannos, juga menyebut bahwa tidak ada pertemuan antara Andi Narogong dengan Setya Novanto untuk membahas e-KTP. Paulus Tannos bahkan merasa Andi Narogong mencatut nama Setya Novanto agar dapat di sertakan dalam tender proyek e-KTP.

Saat ditanya apakah harus ada pemulihan nama baik Novanto sebagai pejabat negara jika tidak terbukti terlibat dan hanya dicatut, menurut Margarito hal itu sepenuhnya hak Novanto.

“Sangat bergantung pada Novanto, yang jelas tuduhan itu kan tidak berdasar. Pengakuan saksi seperti itu dan tidak ada fakta lain yang mendukung, maka tuduhan dia yang melakukan kejahatan, itu character assaination. Bagaimana Novanto menyikapinya itu terserah dia,” tegas Margarito.

(Visited 55 times, 1 visits today)
Tags: , , , , , ,
nonton film online

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.