Libatkan TNI Tangani Terorisme Dinilai Cara Berpikir Mundur

Anda sedang berada di Berita Libatkan TNI Tangani Terorisme Dinilai Cara Berpikir Mundur, share jika artike ini bermanfaat untuk anda.

Mendorong Tentara Nasional Indonesia (TNI) ikut memberantas dan menindak terorisme dalam revisi Undang-Undang (UU) Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dianggap‎ cara berpikir mundur dan kontraproduktif dengan agenda reformasi.

Maka itu, Ketua Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo tidak sepakat jika TNI ikut memberantas dan menindak terorisme.

Bambang menuturkan, ‎reformasi sektor keamanan dalam negeri seharusnya terus bergerak maju dengan menunjukkan konsistensi pada pendekatan hukum sipil seturut ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

“Mendorong-dorong Tentara Nasional Indonesia (TNI) ikut memberantas  dan menindak terorisme dalam RUU Anti Terorisme adalah cara berpikir mundur dan kontraproduktif dengan agenda reformasi,” kata Bambang di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (29/5/2017).

Kata Bambang, ‎benar bahwa kontribusi TNI dalam memerangi terorisme di dalam negeri adalah sebuah keniscayaan. Sejatinya, lanjut dia, bukan hanya TNI dan Polri, semua elemen rakyat pun harus berkontribusi mewujudkan keamanan dan ketertiban umum.

Namun, kata dia, peran masing-masing elemen harus proporsional, sesuai peraturan perundang-undangan serta derajat tantangannya.‎

“Karena itu, kebutuhan akan kontribusi TNI memerangi tindak pidana terorisme tidak berstatus otomatis atau menjadi fungsi yang dipermanenkan dalam undang-undang (UU) tentang pemberantasan tindak pidana terorisme,” paparnya.

Politikus Partai Golkar ini menambahkan, kontribusi TNI dalam konteks itu bersifat insidentil, disesuaikan kebutuhan serta derajat permasalahan, dan harus berdasarkan perintah Presiden RI selaku pemegang kekuasaan tertinggi atas Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.

Dia menjelaskan, ‎pemanfaatan oleh negara atas kekuatan dan kemampuan TNI harus tetap berpijak pada UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI dan UU Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara.

Selain menetapkan tugas pokok dan fungsi TNI, menurut dia, kedua UU itu juga sudah menetapkan 14 kegiatan Operasi Militer Selain Perang (OMSP), termasuk kontribusi TNI dalam pemberantasan terorisme dan gerakan separatisme bersenjata.

“Karena itu, sama sekali tidak terlihat urgensi menambah atau memperluas tugas pokok dan fungsi TNI melalui revisi Undang-undang (UU) Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme,” imbuhnya.

Seperti diketahui, Pasal 43B ayat (1) draf RUU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme yang sedang diproses saat ini, menetapkan bahwa kebijakan dan strategi nasional penanggulangan Tindak Pidana Terorisme dilaksanakan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia, TNI serta instansi pemerintah terkait, sesuai kewenangan masing-masing yang dikoordinasikan oleh lembaga pemerintah nonkementerian yang menyelenggarakan penanggulangan terorisme.

Dia berpendapat, Pasal itu berpotensi disalahtafsirkan karena bisa diasumsikan bahwa institusi Polri dan TNI menerima  mandat dan memiliki wewenang yang sama dalam penanganan tindak pidana terorisme.  Lalu, Pasal 43 A ayat (3) pun menetapkan cakupan kebijakan dan strategi nasional penanggulangan tindak pidana terorisme sangatlah luas.

Meliputi pencegahan, perlindungan, deradikalisasi, penindakan, penyiapan kesiapsiagaan nasional dan kerja sama internasional. “Kalau TNI didorong untuk menyentuh semua pekerjaan ini, bukan hanya tidak ada relevansinya, tetapi tugas pokok dan fungsi TNI yang akan terbengkelai,” ungkapnya.

Karena itu, dia menyarankan, Pasal 43B ayat (1) pada draf RUU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme itu hendaknya ditiadakan. Kata dia, peran dan kontribusi TNI dalam operasi Satgas Tinombala gabungan TNI – Polri memberantas teroris di Poso, Sulawesi Tengah, harus diapresiasi.

Sumber : https://nasional.sindonews.com/read/1209058/14/libatkan-tni-tangani-terorisme-dinilai-cara-berpikir-mundur-1496059455

(Visited 26 times, 1 visits today)
Tags: , , , , , , , ,
nonton film online

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.