Pelaku Penembakan di Sekolah Marjory Stoneman Douglas High School di Parkland, Florida Terancam Hukuman Mati

Anda sedang berada di Berita Pelaku Penembakan di Sekolah Marjory Stoneman Douglas High School di Parkland, Florida Terancam Hukuman Mati, share jika artike ini bermanfaat untuk anda.

Jakarta, HaloBerita.com-Remaja pelaku penembak mati 17 orang, Nikolas Cruz di sebuah sekolah menengah atas di Florida terancam dijatuhi hukuman mati. Kini kasus ini masih diselidiki aparat keamanan.

Pada proses penyelidikan disebutkan jika Cruz ternyata pernah menyayat lengannya sendiri tahun 2016. Saat itu, pada sebuah rekaman video, dirinya juga mengaku ingin membeli sebuah senjata api.

Cruz, yang kini berusia 19, dijerat pasal pembunuhan usai beraksi di Marjory Stoneman Douglas High School di Parkland Rabu lalu,  dimana belasan orang juga terluka pada aksi penembakan brutal tersebut, bahkan peristiwa ini disebut-sebut paling mematikan di area sekolah AS.

Tuntutan terhadap Cruz dapat berujung hukuman mati, meski tim jaksa belum memastikannya.

Menurut laporan Kantor berita South Florida Sun Sentinel ditemukan sebuah video mengenai Cruz yang menyayat lengannya sendiri di media sosial Snapchat September 2016.

“Cruz menyatakan berencana membeli senjata api. Tak diketahui untuk apa dia membeli senjata itu,” sebut sebuah laporan yang ditulis oleh pejabat Departemen Anak-Anak dan Keluarga Florida, seperti dikutip dari Eyewitness News, Minggu 18 Februari 2018.

Biro Investigasi Federal atau FBI juga telah memperoleh informasi terkait Cruz Januari lalu dari seorang anonim. Disebutkan kala itu Cruz berpotensi melakukan penembakan massal.

Lantaran tak dianggap terlalu penting, FBI tak mengindahkan informasi tersebut hingga akhirnya penembakan pun terjadi. FBI mengaku salah.

Ratusan orang menghadiri sebuah aksi demonstrasi di Fort Lauderdale, di mana para siswa dari sekolah tersebut menuntut kontrol yang lebih ketat soal kepemilikan senjata api. Mereka menuduh sebagian politikus AS lebih melindungi kepentingan pemilik senjata api ketimbang keselamatan anak-anak.

“Karena undang-undang senjata saat ini, orang-orang yang saya kenal, orang-orang yang saya cintai, telah meninggal dunia,” sebut Delaney Tarr, senior di sekolah tersebut, pada aksi demonstrasi.

(Visited 11 times, 1 visits today)
Tags: , , , , ,
nonton film online

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.