Rapat dengan DPR, Mendikbud Diprotes Soal Sekolah Delapan Jam Sehari

Anda sedang berada di Berita Rapat dengan DPR, Mendikbud Diprotes Soal Sekolah Delapan Jam Sehari, share jika artike ini bermanfaat untuk anda.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menerima banyak kritik dalam rapat dengan Komisi X DPR, hari ini.

Kritik ditujukan ke Mendikbud terkait kebijakannya yang akan menerapkan sekolah delapan jam sehari dari Senin hingga Jumat pada tahun ajaran baru, Juli mendatang.

Anggota Komisi X DPR Anita Jacoba Gah menilai gagasan tersebut tidak bisa diterapkan, khususnya sekolah-sekolah di daerah.

Selama ini, kata dia, siswa di daerah terpencil harus menyusuri jalan berkilo-kilometer untuk sampai ke kesekolah, bahkan mungkin tidak sempat untuk sarapan di rumah.

“Saya tidak bisa bayangkan susahnya mereka. Belum lagi mereka (harus) makan siang, ” kata Anita kepada Mendikbud Muhadjir Effendy dalam rapat Komisi X DPR bersama Kemendikbud ‎di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (13/6/2017).

Dia mencontohkan aktivitas siswa di daerah terpencil seperti di Sumba Timur, Sumba Barat Daya, dan Flores. “Kalau (belajar) sampai delapan jam, mereka sampai rumah jam berapa? Mereka harus lewat bukit, baru sampai rumah,” kata legislator asal NTT itu.

Untuk itu dia meminta agar gagasan itu tidak diterapkan sementara. “Kalau bisa kembalikan saja seperti yang biasa. Tolong perhatikan ke daerah terpencil,” ujar politikus Demokrat itu.

Sementara itu Anggota Komisi X DPR lainnya, Arzeti Bilbina‎ mengaku menerima banyak keluhan dari masyarakat di daerah pemilihannya, yakni Surabaya, Sidoarjo, dan Jawa Timur mengenai gagasan Kemendikbud itu. ‎

“Kalau bicara SD, SMA Surabaya, seluruh orangtua keberatan,” ujar politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Terlebih, gagasan Kemendikbud itu dianggap bisa mengancam eksistensi pondok pesantren, Madrasah Diniyah, maupun Taman Pendidikan Alquran yang selama ini membantu membangun akhlak anak sejak dini. ‎Walaupun, kata dia, siswa dan guru mempunyai banyak waktu bersama keluarga pada hari Sabtu dan Minggu.

“Tapi bisa dikaji ulang saat sekarang untuk di Indonesia kurang tepat. Karena orang tua yang ada di Indonesia tidak full bekerja di luar. Mereka punya anak-anak yang ingin bertemu setiap harinya,” katanya.‎

 

(Visited 6 times, 1 visits today)
Tags: , , , , ,
nonton film online

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.