Wow ! Bisnis Esek Esek di Ketapang Permalam Raup Ratusan Juta

Anda sedang berada di Berita Wow ! Bisnis Esek Esek di Ketapang Permalam Raup Ratusan Juta, share jika artike ini bermanfaat untuk anda.

Diduga, banyak Penjaja Seks Komersial (PSK) melakukan aktivitasnya di Kota Ketapang Kalimantan Barat. Bisnis esek-esek ini mereka lakukan secara terang-terangan dan ada juga secara terselubung.Untuk terang-terangan, PSK ini dikelola secara khusus di sebuah lokasi. Dimana, keberadaan lokasi tersebut berada di jantung kota Ketapang, Desa Paya Kumang atau dikenal dengan nama ‘Lokalisasi Kolam’.

Pantauan deliknews.com Minggu, (6/8) lokalisasi yang menggunakan lahan eks Perusahaan Kawedar ini, sudah cukup lama beroperasi dan tak pernah sepi dari pengunjung. Selain menyediakan jasa ese-esek, mereka juga menyediakan tempat hiburan seperti karaoke. Diperkirakan, perputaran uang bisa mencapai ratusan juta permalam.

Sementara PSK yang ada di sana pada umumnya berasal dari Pulau Jawa, dengan usia berpariatif sekitar 20 s/d 35 tahunan.
Untuk shot time atau sekali kencan mereka mematok tarif Rp. 150 ribu. Untuk long time atau nginap Rp. 400 s/d 500 ribu permalam, tergantung nego.

Menurut Iyem (23 th/red, bukan nama sebenarnya), menceritakan bahwa dia datang ke lokalisasi baru pertama kalinya. Tepatnya sekitar sepuluh hari setelah lebaran. Dia di ajak oleh teman dengan cara mengenalkan kepada pengelola.

Ketika ditanya berapa banyak jumlah tamu dia dapat dalam sehari, Iyem mengatakan tidak bisa dipastikan. “Ngak tetap mas, waktu sepi ya sepi, waktu ramai ya lumayanlah. Yaa…, sekitar 5 s/d 10 orang Mas,” kata Iyem kepada deliknews.com sa’at melakukan investigasi.

Selain lokalisasi, bisnis esek-esek ini, di duga juga banyak dilakukan secara terselubung. Bahkan, PSK yang bergerak secara diam-diam itu terkesan marak, bak dikatakan jamur tumbuh subur di musim hujan.

Bagi mereka yang menjalankan secara terselubung, Modus operandi bermacam-macam. Ada yang beralasan bekerja sebagai pelayan karaoke atau bertamengkan menemankan tamu bernyanyi/karaoke, ada yang mangkal di hotel atau penginapan, dan ada juga yang mangkal di kafe remang-remang. Namun, ada juga yang menyewa kost dan menunggu deringnya telepon seluler dari mucikari maupun tamu guna memboking mereka di hotel.

Sementara bagi mereka yang bergerak secara terselubung, tarif kencannya juga berfariasi. Untuk shot time mereka mematok harga Rp. 400 s/d 700 ribu sekali kencan. Untuk long time atau menginap mereka mematok sebesar Rp. 1 juta s/d 2 juta rupiah.
Seperti diceritakan Kenanga (red, bukan nama sebenarnya) kepada media ini, bahwa dia lebih senang mangkal di kost dan menuggu panggilan lelaki hidung belang.
Menurutnya, modus operandi seperti itu dinilainya lebih terjaga rahasianya dan eksklusive.

Janda (20th) berdarah sunda dan beranak satu ini mengaku, bahwa baru 3 (tiga) bulan di kota bertuah ini. Menurutnya, bekerja atau menyandang sebagai PSK bukan cita-citanya. Dia melakukan ini karena keterpaksaan demi mengatasi kebutuhan ekonomi.

Banyak yang diceritakan. Pendek kisah, keberadaan Kenanga di kota Ketapang karena mengikuti teman yang datangnya lebih dahulu yang juga berbisnis sebagai penjaja seks.

“Demi anak dan kebutuhan hidup, saya terpaksa seperti ini. Mudah-mudahan cepat dapat jodoh dan keluar dari berbagai persoalan,” harapnya.

Lain Kenanga lain pula Mawar (red, bukan nama sebenarnya). Menurutnya, dia senang mencari mangsa sambil bekerja di tempat karaoke. Jika di tempat karaoke Mawar bisa mendapat uang tambahan. Uang tambahan itu dia peroleh dari komisi uang botol dan jasa uang table. Bahkan dikatakan, tak jarang tamu meberinya uang cas.

“Jika tamu senang dan baik hati, selain uang botol dan table, biasaya saya juga diberi uang cas. Semua itu diluar uang jasa kencan,” ujar Mawar yang mengaku asal Pontianak ini.

Menyikapi keberadaan PSK, ketua LSM Peduli Kayong Kabupaten Ketapang Suryadi mengharapkan agar pemerintah daerah dapat megambil sikap. Sudah sepantasnya instansi terkait segera mungkin utuk melakukan penertiban dan pembinaan.

Bagaimanapun menurutnya, kegiatan haram tersebut sangat merugikan masyarakat dan sangat rawan penyakit HIV dan AIDS.

Meskipun demikian dia berpendapat, dalam memberantas prilaku tidak terpuji tersebut pemerintah harus seiring dengan solusi.

“Mengatasi penyakit sosial ini hendaknya secara bersama-sama dan harus melibatkan banyak pihak. Jangan sampai mengatasi masalah, timbul masalah baru,” imbuhnya.

(Visited 8 times, 1 visits today)
Tags: , , , , , ,
nonton film online

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.