Halo Berita – Busa Limbah Deterjen Memenuhi Aliran Kanal Banjir Timur

Anda sedang berada di Berita Halo Berita – Busa Limbah Deterjen Memenuhi Aliran Kanal Banjir Timur, share jika artike ini bermanfaat untuk anda.

Saat ini busa limbah masih terlihat sangat banyak di Pintu Air 3 Marunda, Jakarta Utara. Busanya malah semakin tebal dan menutupi aliran Kanal Banjir Timur (KBT). Bahkan, tebalnya busa dapat membentuk sebuah bola-bola ketika angin tertiup.

Dengan adanya busa limbah, masyarakat sekitar tidak berhenti untuk mencari ikan. Mereka masih tetap menjaring ikan, meskipun tidak banyak yang mereka dapatkan. Hingga saat ini, penyebab datangnya busa belum diketahui secara pasti dan masih belum di bersihkan.

Tidak hanya di sungai Kanal Banjir Timur, busa limbah juga terlihat di sungai Ancol Pademangan, Jakarta Utara. Diketahui bahwa ketika petugas pompa air memompa air Kali Ancol, busa-busa menjadi semakin banyak dan timbul-timbul.

Busa-busa tersebut juga naik kejalan raya saat angin bertiup lebih kencang. Busa-busa tersebut juga tidak mudah untuk dihilangkan ketika mengenai baju serta terasa sangat lengket saat terkena kulit. Para petugas pompa air Kali Ancol berharap kepada Dinas Kebersihan Lingkungan Hidup untuk melakukan pengecekan apakah busa limbah tersebut bahaya atau tidak.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahudin Uno, busa yang ada di Kanal Banjir Timur tersebut disebabkan oleh limbah rumah tangga dan juga limbah diterjen dari industri rumahan. Dengan adanya busa limbah tersebut, Sandi bermaksud menemui seluruh pengusaha Usaha Kecil dan Menengah (UKM) agar busa limbah rumah tangga dapat segera di atasi dan tahu bagaimana menanganinya.

‘Kalau sekedar menggunakan alat kimia untuk menghilangkan busa, busanya hilang dan tidak kelihatan di foto. Ini bukan berarti polusinya hilang. Jadi yang kita butuhkan adalah membereskan polusinya, bukan sekedar  meniadakan busanya,” kata Anies Baswedan.

Dengan adanya busa limbah tersebut lingkungan tak lagi terlihat bersih dan sangat mengganggu masyarakat. Semoga dengan adanya sosialisasi dari Bapak Gubernur DKI Jakarta dapat mengurangi busa limbah di sungai.

Pihak pemerintah juga menghimbau kepada seluruh warga sekitar sungai agar tidak menggunakan diterjen, hal tersebut bertujuan untuk mengurangi busa agar tidak mencemari air.

“Jadi sementara ini masyarakat kita himbau untuk menggunakan deterjen yang ramah lingkungan. Dan untuk penggunaan-penggunaan seperti untuk mencuci mobil, motor atau kendaraan lainnya jangan menggunakan deterjen yang merusak lingkungan,” ujar Kabid Pengendalian Dampak Lingkungan, Andono Warih.

(Visited 7 times, 1 visits today)
Tags: , , , , ,
nonton film online

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.