Halo Berita – Ramalan Indonesia Bubar 2030, Fiksi atau Realistis?

Anda sedang berada di Berita Halo Berita – Ramalan Indonesia Bubar 2030, Fiksi atau Realistis?, share jika artike ini bermanfaat untuk anda.

Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia, tiba – tiba mendadak riuh. Hal tersebut dipicu oleh pernyataan dari Ketum Gerindra Prabowo Subianto yang berapi – api mengatakan tentang “ramalan” Indonesia Bubar 2030.

Mantan Panglima Kostrad itu datang dalam acara bedah buku NasionaIisme, SosiaIisme, dan Pragmatisme Pemikiran Ekonomi Politik Sumitro Djojohadikusumo.sebagai seorang yang besar di dunia militer, Prabowo harus berbicara terkait dengan ekonomi di hadapan para pengamat dan profesor ekonomi kenamaan, antaranya adalah Emil Salim, Miranda Goeltom, Faisal Basri dan Dorodjatun Kuntjorojakti.

Rupanya tak hanya sekali saja pernyataan serupa yang juga dilontarkan oleh Prabowo dalam sebuah pidato politik yang diunggah di akun resmi Facebook milik Partai Gerindra. Untuk kali ini, pernyataan itu mendadak menjadi buah bibir di masyarakat yang akhirnya menjadi geger sampai saat ini.

Prabowo mengakui jika dirinya mengutip dari sebuah karya fiksi ilmiah novel fiksi Ghost Fleet : a Novel of The Next World War, hasil karya dari Peter W. Singer dan August Cole yang keduanya merupakan pengamat militer. Hal tiu lah yang menjadi dasar dari “ramalannya”.

“ada tulisan dari luar negeri. Saat inibanyak pembicaraan seperti itu di Iuar negeri. Jadi begini ya, di luar negeri ada namanya scenario writing. Hal itu memang bentuknya mungkin berupa novel, namun yang menulis hal itu adalah seorang ahli intelijen strategis. You buka, baca, belum kan?” kata Prabowo saat ditemui saat di Hotel Milenium, di Jakarta Pusat, pada Kamis 22 Maret 2018.

Ghost Fleet sendiri adalah sebuah karya fiksi ilmiah yang memang mengulas isu terkait dengan perang masa depan, termasuk adanya kemungkinan Perang Dunia III. Telaah dalam novel itu disusun melalui beberapa hasil pengamatan dinamika persaingan teknologi, politik dan isu spionase yang terjadi andata ketiga negara, Amerika Serikat, Rusia dan China.

Sang penulis tak lagi menyebut perang sebagai sebuah tindakan perebutan wilayah atau penguasaan sumber daya suatu negara, sebagaimana yang sering terjadi di pertempuran – pertempuran besar sebelumnya.

Seperti yang dilansir dari San Diego Union Tribune menyebutkan “ Perang nantinya akan berubah mejadi sebuah perebutan pengaruh yang melemahkan siapa pun yang tidak dengan sigap memantaunya.”

Benarkah negeri tercinta kita ini dalam keadaan genting dan terancam bubar seperti yang sudah dikatakan oleh Prabowo?

(Visited 2 times, 1 visits today)
Tags: , , , , ,
nonton film online

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.